Kamis, 13 November 2014

BAB IV : Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

                                           


A.Kewiraswastaan, Wiraswasta dan wiraswastawan
  Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan membuatnya berhasil.
 1. Keuntungan Berwiraswasta
   a. memungkinkan untuk mengatur tingkat keuntungan yang di harapkan
   b. Melatih ketajaman bisnis
   c. Meningkatkan sifat tanggung-jawab terhadap dirinya sendiri
   d. Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawan

2. Kerugian Berwiraswasta
  a. Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha
  b. Perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
  c. Menanggung beban akibat kerugian perusahaan
  d. pencurahan waktu kerja
  e. Bentuk pengorbanan lainnya yang berhungan dengan keluarga

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah :
a. Percaya diri
b. Berani mengambil resiko
c. kepemimpinan
d. Jujur dan bertanggung jawab
e. Berorientasi kemasa depan

Unsur-Unsur Wiraswasta :
 Dalam wiraswasta ada unsur-unsur penting yang satu sama lainnya terikat. Unsur-unsur tersebut antara lain :
a. Unsur Pengetahuan, Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya tingkat pengetahuan ditentukan oleh tingkat pendidikan orang yang bersangkutan
b. Unsur Keterampilan, pada umumnya diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang di lengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi
c. Unsur kewaspadaan, merupakan panduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau yang di duga akan dialami.


Tahap-tahap Kewirausahaan
 1. Tahap Memulai
   Tahap dimana seseorang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, malakukan akusisi atau melakukan Frenchising. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan di lakukan apakah di bidang pertanian, Industri atau jasa.
2. Tahap Melaksanakan Usaha
 Dalam tahap ini seorang wirausaha mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup apek-aspek pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpian yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran dan melakukan evaluasi.
3. Tahap Mepertahankan usaha
 Dalam tahap ini dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah di capai melakukan analisis perkembangan yang di capai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
4. Tahap Mengembangkan Usaha
 Dalam tahap ini dimana jika hasil yang di peroleh positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin di ambil.

Sikap Wirausaha
1. Disiplin
  Dalam melaksanakan kegiatan nya, seorang wirausahawan harus memiliki sifat disiplin yang tinggi. Arti kata disiplin itu adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang di maksud bersifat menyeluruh, yaitu ketapatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem pekerjaan dan lain sebagainya. Sifat sering menunda pekerjaan dengan banyak alasan dapat menunda wirausahawan untuk meraih keberhasilan. 
2. Komitmen tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Seorang wirausahawan yang teguh dalam menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapat kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian yang terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai tingkat perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
3. Jujur
 Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang/jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang ditawarkan, dan mengenai semua kegiatan yang dilakukan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan wirausahawan.
4. Kreatif dan Inovatif
 Daya kreatif sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan yang baru dan berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasaran. Gagasan-gagasan kreatif pada umumnya tidak dibatasi ruang, bentuk ataupun waktu.
5. Mandiri
 Seorang di katakan "mandiri" apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa adanya ketergantungan terhadap pihak lain.
6. Realistis
 Seseorang di katakan realistis, apabila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. 

Faktor Kegagalan dalam Wirausaha
Ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalm menjalankan usaha barunya :
1. Tidak kompeten dan manejerial
2. Kurang berpengalaman baik dalam mengkordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasi operasi perusahaan
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
4. Gagal dalam perencanaan
5. Lokasi yang kurang memadai
6. Kurangnya pengawasan peralatan
7. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan

Peran wirausaha Dalam Perekonomian
 Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan percaya diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausahawan berperan dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi para pencari pekerjaan.
Peran wirausahawan dalm perekonomian adalah :
a. Minciptakan lapangan kerja
b. Mengurangi pengangguran
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat
d. Mengkombinasikan faktor-faktor produksi (alam,tenaga kerja, keahlian,modal)
e. Meningkatkan produktivitas nasional

B .Perusahaan Kecil dalam Perkembangan Perusahaan
 Perusahaan kecil mempunyai peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman dari negara-negara maju menunjukkan bahwa perusahaan kecil dapat memberikan konstribusi yang perlu di perhitungkan dalam hal produksi, pajak, penyedia lapangan kerja dan lain-lain. Dari kiat-kiat tertentu dari pebisnis perusahaan kecil dapat berkembang menjadi perusahaan besar. Contoh perusahaan kecil yang menjadi perusahaan besar yaitu Genaral Elektrik, IBM, PT Astra Internasional, dan lain-lain.

C. Perkembangan Franchising di Indonesia
 Warlaba (Franchise) Sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis yang dikenal sejak lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinya di perkenalkan oleh perusahaan mesin jahit singer di Amerika serikat pada tahun 1851,yang kemudian di ikuti oleh General motor pada tahun1898. Format bisnis waralaba memang tidak dapat di pungkiri eksistensinya dan di gemari oelh pengusaha-pengusaha mengingat kecilnya resiko kegagalan yang mungkin timbul dalam menjalankan usaha khususnya bagi pengusaha-pengusaha pemula. Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai di kenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba sektor asing di sektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain KFC, Pioneer take out, Texas church dan lain-lain. Jaringan bisnis ini sangat pesat perkembangannya dalam waktu singkat, dan terbesar di antara beberapa bidang usaha,antara lain :
1. Rumah makan/Restoran
2. Hotel
3. Jasa pemasaran
4. Minimarket
5. Toko buku
6. Jasa Penyewaan
7. Pusat kebugaran
8. Salon, dan lain-lain
 Di sisi lain, perusahaan-perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan format waralaba jumlahnya tidak sebanyak perusahaan asing atau hanya sekitar 10 % dari jumlah waralaba asing yang berada di Indonesia.

Kiat-Kiat Memilih Usaha Dengan Cara Waralaba
 Ada beberapa tips yang perlu di jadikan rujukan dalam memilih bisnis waralaba yang di tawarkan, berikut tips nya :
- Pilihlah produk yang akan di jual, pemilihan produk harus disesuaikan dengan lokasi tempat kita akan menjual produk waralaba tersebut.
- Jika produk sudah di pilih, langkah selanjutnya adalah menentukan perusahaan waralaba tempat kita akan bermitra.
- Pelajari Estimasi keuangan yang disodorkan pada penawaran secara jeli
- Pastikan nama waralaba yang ditawarkan tidak dalam sengketa atau masalah dengan pihak lain.
- Kenali Kreadibilitas dari pemilik brand waralaba tersebut dengan cara bertanya kepada orang/sumber yang cukup mengenalnya.

Jenis-Jenis Usaha Potensial Yang Di Waralabakan
 Dari beberapa sektor bisnis yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Berikut jenis sektor usaha dibidang waralaba yang bisa dijajaki :
a. Jenis usaha waralaba di sektor makanan : Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia
b. Jenis usaha waralaba sektor Ritel : Peminat sektor ritel terbilang tinggi pada tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran waralaba menduduki peringkat kedua. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari-hari turut menunjang perkembangan minimarket.
c. Jenis usaha waralaba di sektor jasa : Sepintas, sektor jasa terlihat sangat sepele. Namun justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.
d. Jenis usaha waralaba di sektor farmasi : Salah satu subsektor riteil ini akan menarik dari tahun ke tahun, terutama bidang apotek. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi akan obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya. 

Ciri-ciri Perusahaan kecil :
 Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut:
1. Manajemen berdiri sendiri, Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan.
2. Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
3. Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan  tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
4.  Ukuran secara keseluruhan relatif kecil.

Keuntungan Perusahaan Kecil :
1. Mudah dalam pendiriannya.
2. Pajak relatif kecil
3. Bebas menentukan harga produksinya (barang/jasa)
4. Mudah dibubarkan jika suatu saat di kehendaki
5. pemilik menerima seluruh laba
6. Prosedur hukumnya sederhana

Kelemahan Perusahaan Kecil :
1. Pembagian kerja yang tidak proporsional
2.  Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan
3. Sumber modal terbatas hanya pada pemiliknya
4. Tidak mengetahui modal kerja secara tepat
5. Sering kekurangan informasi bisnis
6. Tidak pernah melakukan studi kelayakan, Penelitian pasar dan perputaran uang.

Cara Mengembangkan Perusahaan Kecil
 Untuk mengembangkan perusahaan di perlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal : Profil pribadi, profil perusahaan dan paket pinjaman. Pada umumnya, dalam mengembangkan usaha yang perlu dilakukan adalah dengan cara meningkatkan omset dengan cara :
1. Gencar melaksanakan promosi
2. Menstock barang yang lebih beragam
3. memberikan pelayanan yang baik
4. Menggelar program-program khusus

Kegagalan Perusahaan Kecil
 Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam perusahaan kecil. Ada hal-hal mengapa perusahaan kecil mengalami kegagalan, antara lain :
1.Kompetisi yang ketat
2. Pembukuan yang lemah
3. Pertumbuhan di luar kendali
4. Ketidakefisienan operasional
5. Perencanaan bisnis yang lemah
6. Penurunan pasar
7. operasional yang terkesan biasa saja.

D. Perbedaan Antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil
 Wirausahawan adalah orang yang menanggung resiko kepemilikan bisnis dengan pertumbuhan dan ekspansi sebagai tujuan utama. Banyak pebisnis kecil mencirikan dirinya sebagai wirausahawan, tetapi banyak dari mereka yang tidak bercita-cita memperluas usahanya sebagaimananya wirausahawan sejati. Sedangkan pemilik bisnis kecil, ia tidak memiliki cita-cita atau rencana untuk memperluas usahanya dan hanya mencari pendapatan yang aman dan nyaman. Jadi perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil terletak antara visi, aspirasi dan strategi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar