Kamis, 27 November 2014

BAB VIII : Konsep Nilai Waktu Uang

 

KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

 1. Nilai yang Akan Datang

 Future value (te rminal value) adalah nilai uang yang akan datng dari suatu jumlah uang atau suatu seri pembayaranpada waktu sekarang, yang di evaluasi dengan suatu tingkatbunga tertentu.
  Rumus nilai yang akan datang :

    FV = PV(1 + i ) ^ N
Keterangan :
FV = (Future Value) Nilai yang akan datang
PV = (Present Value ) Nilai sekarang
r = (rate/Tingkat bunga)
^n = Tahun ke-n (di baca dan dihitung pangkat n)

2. Nilai Sekarang
 Nilai sekarang dari jumlah yang di proses di masa mendatang atau sering pula di sebut dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat di bungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalnya P adalah nilai sekarang dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian di umpamakan tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat di peroleh pada P rupiah adalah :
   I = P.r.t
Dan uang setelah t tahun adalah :
  P+P.r.t = P(1 + rt )
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendatang, maka :
   P( 1+rt)
 Atau
P = A/I + rt

3. Nilai di Masa Datang dan Nilai sekarang
 Nilai sekarang ( present Value ) merupakan modal dasar dan nilai masa mendatang (future Value ) merupakan penjabaran dari bunga majemuk.

4. Annuitas (Annuity)
  Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang di lakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu antuitas juga di artikan sebagai kontrak dimana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah anda bayar besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu dan tingkat bunga. Contohnya adalah bunga yang di terima dari obligasi atau deviden tunai suatu saham preferen

 Annuitas Biasa
  Adalah sebuah annuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu dan pambayaran dengan waktu bunga majemuk. Berdasarkan tanggal pembayarannya annuitas biasa dapat di bagi menjadi 3 bagian, yaitu :
- Ordinary annuity
- Annuity due
- Deferred Annuity
 Rumus dasar future value  annuitas biasa adalah sebagai berikut :

   FVn = PMT1 + in - 1i
Keterangan :
FVn : Future Value (Nilai masa depan dari pada akhir tahun ke-n)
PMT : Payment ( Pembayaran annuitas yang di simpan atau di terima pada setiap periode )
i : Interest rate (tingkat bunga atau diskonto tahunan)
n : Jumlah tahun akan berlangsungnya annuitas

Anuitas Terhutang
  Adalah annuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval merupakan perhitungan bunga yang pertama  dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya .
Rumus dasar future value annuitas terhutang adalah :
  FVn = PMT (FVIFAi, n)(1 + i )

Nilai Sekarang Annuitas
 Nilai sekarang annuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah di tentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mendapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
 Annuitas Abadi
 Adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus-menerus.
PV (Annuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Nilai Sekarang dan seri Pembayaran Yang Tidak Rata
 Dalam pengertian Annuitas, tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain annuitas adalah arus kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut bisa di gunakan untuk mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tidak rata.
Nilai Sekarang Annuitas abadi = Pembayaran/tingkat Diskonto = PMT/r

Periode Kemajemukan Tengah Tahunan (Periode Lainnya)
 Bunga Majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menetukan nilai akhir dan arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga di tambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.

Amortisasi Pinjaman
 Merupak suatu pinjaman yang akan di bayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan) di gunakan untuk menghitung pembayaran pinjaman atau angsuran sampai jatuh tempo.
 Dalam pembayaran angsuran terkandung :
-Pembayaran cicilan hutang dan bunga
- Pinjaman di terima pada saat ini atau present value sehingga konsepnya menggunakan present value annuity (PVIFA)
- Pembayaran angsuran dapatdi lakukan di awal periode atu akhir periode
- Pada saat jatuh tempo nilai saldo hutang sama dengan nol atau mendekati nilai nol
- Pembayaran bunga berdasarkan pada jumlah saldo pinjaman, sehingga bunga dapat semakin menurun.

Referensi :
Pengantar Bisnis "M fuad, Dkk"

Minggu, 23 November 2014

BAB VII :Manajemen Produksi

 MANAJEMEN PRODUKSI

Perkembangan Manajemen Produksi
 Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja (division of Labour). Manjemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
a. Adanya pembagian kerja (Division of Labour) dan Spesialisasinya.
 Pembagian kerja memungkinkan di capainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila di sertai dengan pengolahan yang baik dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi
b. Revolusi Industri
  Revolusi industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Dampak revolusi industri ini, pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangan nya sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno, menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
- Bertambahnya penggunaan mesin
- Efisiensi produk batu bara, besi dan baja
- Pembangunan jalan kereta api, alat komunikasi serta alat transportasi
- Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
c. Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer, sehingga pada banyak hal manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam bisnisnya.
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia dan model Keputusan. Metode Kerja terbaik dengan pendektan sebagai berikut :
- Pengamatan (observasi) atas metode yang berlaku
- Pengamatan metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
- Pelatihan pekerja dengan metode baru
- Pemanfaatan umpan balik dalam pengelola atas proses kerja

Pengertian Manajemen Produksi
 Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengantur kegiatan ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai  dengan apa yang di rencanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pada pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Pengertian Produksi 
 Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dan memenuhi kebutuhan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi di sebut produsen.

Proses Produksi
 Proses produksi dapat di tinjau dari 2 segi, yaitu :
a. Kelangsungan Hidup, yang terdiri dari :
1. Kelangsungan secara terus-menerus ( continous production)
 Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang- barang, walaupun terjadi perubahan bentuk barang barang tetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. Contoh : penggergajian balok berubah menjadi papan.
2. Produksi yang terputus-putus (Intermitten production)
 Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus sesuai dengan tuntutan produksi yang di hasilkan.

b. Teknik
- Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu, perikanan,dan pertambangan
- Proses Analistis : Proses pemisahan bahan-bahan seperti  minyak mentah menjadi minyak bersih.
- Proses pengubahan : proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
- Proses Sintesis : Proses pencampuran dengan unsur-unsur lain seperti bahan-bahan kimia.

Pengambilan keputusan Dalam Manajemen Produksi
  Di lihat dari kondisi keputusan yang harus di ambil, di bedakan menjadi :
- Pengambilan keputusan peristiwa yang pasti
- Pengambilan keputusan peristiwa yang mengandung resiko
- Pengambilan keputusan peristiwa yang tidak pasti
- pengambilan keputusan yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain

Ruang Lingkup Manajemen Produksi
 Manajemen Produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiannya, antara lain :
- Seleksi dan design hasil produksi (produk)
- Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
- Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
- Perancangan tat letak (lay out) dan arus kerja atau proses
- Perancangan tugas
- Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
Fungsi Produksi dan Operasi
 Ada 4 fungsi penting dalam produksi dan operasi yaitu :
- Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang di gunakan untuk pengolahan masukan.
- Jasa-jasa penunjang, merupak saran berupa pengorganisasian yang di perlukan untuk penetapan teknik dan metode yang akan di jalankan sehingga proses pengolahan dapat di laksanakan secara efektif dan efisien.
- Perencanaan, Merupakan penetapan dan keterkaitan pengorganisasian dari kegiatan operasi dan produksi yang akan di lakukan dalam satu dasar waktu atau periode tertentu.
- Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengelolaan masukan dapat di laksanakan.

Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi merupakan suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

Lokasi dan Layout Pabrik

 Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi perusahaan dalam melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja, serta perluasan usaha. Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatandalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup.
 Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan ketersediaan yang rendah dan biaya produksi serta investasi modalyang rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi, besar sekali pengaruhnya terhadap kelancaran operasi perusahaan. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama, dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu : letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama yaitu : seperti rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan,  terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan dan pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah. Penentuan layout pabrik, harus di sesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu di adakan persiapan-persiapan matang diantaranya, pertama, data yang perlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, uruan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin,instalasi yang di perlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan ketiga, tekhnik keseimbangan kapasitas.


Referensi :
Pengantar Bisnis "M. Fuat, dkk"

Senin, 17 November 2014

BAB VI : Pemasaran

PEMASARAN

1. Pengertian Pemasaran
 Pemasaran (Marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran di ulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya : seorang manusia membutuhkan  air dalam memenuhi dahaganya.

PASAR adalah tempat pertemuan antara penjual atau pembeli atau lebih jelasnya , daerah, tempat, wilayah, area, yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk harga.
 Pemasaran memiliki arti yg berbeda-beda :
  1. Menurut Kotler, pemasaran adalah kegiatan mnusi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Menurut stanton, pemasaran ,meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan kegiatan untuk merencanakan dan menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun potensial.
  3. Menurut American Marketing Association, pemasaran merupakan pelaksana kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Konsep-Konsep Inti Pemasaran
 Pemasaran merupakn faktor penting dalammencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui cara dan falsafah yang terlibat di dalamnya. Ada beberapa konsep-konsep inti pemasaran , yaitu ;
1. Kebutuhan
 Konsep yang paling pokok dalam melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu, seperti makanan, pakaian, perumahan, harga diri, rasa aman dan kasih sayang.

2. Keinginan
  Konsep pokok kedua dalam pemasaran adalah keinginan yang menyangkut keinginan manusia, yaitu kebutuhan yang di bentuk oleh budaya dan pribadi seseorang.

3. Permintaan
  Manusia memiliki kebutuhan/keinginan yang tidak terbatas namun sumber dayanya terbatas. Keinginan manusia akan menjadi permintaan apabila di dukung oleh daya beli. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa permintaan adalah kebutuhan/keinginan manusia yang didukung daya beli.

4. Produk
  Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, di gunakan, ataupun di konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan/keinginan. Produsen perlu mengetahui apa yang di inginkan konsumen dan kemudian menyediakan produk yang sedekat mungkin dengan pemuasan keinginan ini.

5. Pertukaran
  Pertukaran adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa yang di inginkan dari pihak lain dengan memberikan sesuatu sebagai gantinya. Hal-hal yang perlu di perlukan dalam berlangsungnya suatu pertukaran adalah sebagai berikut :
- Paling sedikit harus ada dua pihak
- Msing-masing pihak harus memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lain
- masing-masing pihak dapat berkomunikasi dan saling menawarkan sesuatu.
- Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak penawaran pihak lain.
- Masing-masing pihak percaya bahwa berhubungan baik dengan pihak lain merupakan tindakan yang tepat.

6. Transaksi
  Transaksi mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan di antara dua pihak. Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang/jasa yang bernilai, syarat-syarat yang disepakati, waktu kesepakatan dan tempat kesepakatan.

7. Pasar
 Pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk. Berbagai lembaga akan timbul di sekitar pasar tenaga kerja itu. Pasar uang merupakan pasar penting yang lahir untuk memenuhi kebutuhan manusia agar mereka dapat menjamin, meminjamkan, menabung dan mengamankan uang.

Manajemen Pemasaran
 Umumnya orang beranggapan bahwa manajemen pemasaran berkaitan dengan upaya pencairan pelanggan dalam jumlah besar untuk menjual produk yang telah dihasilakan perusahaan. Tetapi pandangan ini terlalu sempit,karena biasanya suatu organisasi (perusahaan) akan menghadapi kondisi permintaan produk yang tingkatnya berbeda-beda.Manajemen pemasaran tdak saja berkaitan dengan upaya mencari pada saat tertentu. Dengan demikian dapat di katakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang di rancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Keadaan permintaan dan Tugas Pasar
1. Permintaan Negatif (negative demand)
  Tugas pemasar adalah menganalisis mengapa pasar tidak menyukai produk dan apakah suatu program pemasaran dapat mengubah kepercayaan dan sikap pasar melalui perancangan kembali produk, harga yang lebih rendah dan promosi yang lebih positif
2. Tidak ada permintaan (no demand)
 Konsumen sasaran dapat saja tidak tertarik terhdap produk yang di tawarkan karena merasa tidak memiliki kepentingan terhadap manfaatnya.
3. Permintaan Terpendam (latent demand)
  Ada permintaan terpenda yang kuat akan rokok yang tidak membahayakan kesehatan, lingkungan yang aman, dan mobil yang lebih hemat bahan bakar. Tugas pemasar adalah mengukur besarnya pasar potensial ini dan mengembangkan barang dan jasa yang akan memuaskan permintaan terhadap produk tersebut.
4. Permintaan yang Menurun (falling demand)
  Tugas pemasar di sini adalah harus menganalisis sebab-sebab penurunan pasar dan menentukan apakah permintaan dapat di rangsang kembali.
5. Permintaan yang Tidak Teratur (irreguler demand)
  Tugas pemasar adalah menemukan cara untuk mengubah pola waktu permintaan melalui cara penentuan harga yang lebih flexibel, promosi dan rangsangan lainnya.
6. Permintaan Penuh (full demand)
 Suatu organisasi menghadapi permintaan penuh apabila organisasi itu puas terhadap volume usaha atau hasil yang telah di capainya terutama menyangkut jumlah permintaan yang di harapkannya. Tugas pemasar adalah mempertahankan tingkat permintaan ini di tengah perubahan selera konsumen serta meningkatnya mutu produknya dan terus-menerus mengukur kepuasan konsumen untuk memperoleh kepastian bahwa semuanya tela berjalan dengan baik.
7. Permintaan yang Berlebihan (over demand)
  Tugas pemasaran ini adalah melakukan demarketing yaitu menemukan cara untuk mengurangi promosi ataupun aktivitas pelayanan.
8. Permintaan yang Tidak Sehat (unwholesome demand)
  Tugas pemasar ini adalah mengajak orang-orang yang menggemari produk-produk ini untuk mengurangi atau meninggalkannya dengan peningkatan harga, memberi ancaman bagi yang menggunakan, maupun mengurangi ketersediaan produknya.

Konsep-Konsep manajemen Pemasaran
1. Konsep Produksi
 Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk-produkyang terjangkau oleh kemampuan mereka. Konsep produksi ini merupakan alternatif yang tepat bila menghadapi dua macam situasi. Pertama bila permintaan akan suatu produk melebihi pasokan, sehingga perlu di upayakan peningkatan produksi. Kedua, bila biaya tinggi, sehingga produksi perlu diturunkan sambil melakukan perbaikan produktivitas.
2. Konsep Produk
  Konsep ini berpegang teguh pada anggapan bahwa konsumen akan meyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan maupun keistimewaan dibandingkan dengan produk sejenis.
3. Konsep Penjualan
 Konsep penjualan menekankan pada anggapan bahwa konsumen tidak akan membeli produk, jika organisasi tidak melakukan usaha-usaha promosi dan penjualan.
4. Konsep Pemasaran
  Menurut konsep ini kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran,serta mengupayakan pemenuhan kepuasan yang lebih baik ketimbang apa yang dilakukan pesaing.
5. Konsep Pemasaran Kemasyarakatan
  Menurut konsep ini, tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
 Bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Ada empat kebijakan pemasaran yang sering di sebut dengan konsep P atau bauran pemasaran Yaitu :
1. Produk (product)
  Produk adalah barang atau jasa yang bisa di tawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Pembeli akan membeli produk kalau merasa cocok.
2. Harga (price)
  Harga adalah sejumlah kompensasi ( uang maupun barang, kalau mungkin) yang di butuhkan untuk mendapatkan sejumlah komninasi barang atau jasa. Penentuan harga merupan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga di tentukan  harus dapat menutup seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk memproduksi di tambah besarnya persentase laba yang di inginkan.
3. Saluran Distribusi
  Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyaluran produk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen. Para penyalur dapat menjadi alat bagi perusahaan untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen di pasar. Penentuan jumlah penyalur juga merupakan masalah yang penting untuk di pertimbangkan,dalam kasus-kasus tertentu di sesuaikan dengan sifat produk yang di tawarkan.
4.  Promosi (promotion)
  Promosi adalah bagian dari bauran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktiv di lakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang di tawarkan.Kegiatan dalam promosi pada umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung serta hubungan masyarakat dan publitas.

Tujuan Sistem Pemasaran
 Ada empat alternatif yang menjadi tujuan sistem pemasaran, yaitu :
1.  Memaksimalkan konsumsi
  Kegiatan-kegiatan pemasaran yang telah di jalankan seharusnya dapat merangsang terjadinya konsumsi maksimal yang pada gilirannya akan menciptakan produksi, kesempatan kerja dan kemakmuran maksimal bagi masyarakat.
2. Memaksimalkan Kepuasan Konsumen
 Tujuan sistem pemasaran adalah memaksimalkan kepuasan konsumen, bukan memaksimalkan konsumsi. Tetapi kepuasan konsumen sulit di ukur.
3. Memaksimalkan Pilihan
 Tujuan lain dalam sistem pemasaran adalah memaksimalkan ragam produk dan pilihan konsumen. Meskipun sistem ini memungkinkan konsumen untuk menemukan produk yang tepat dan memuaskan selera serta memaksimalkan gaya hidup mereka, tetapi kompensasinya adalah peningkatan biaya,.
4. Memaksimalkan Kualitas Hidup
  Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa mutu hidup adalah tujuan yang bernilai bagi sistem pemasaran, meskipun tidak mudah mengukurnya, karena setiap individu mempunyai penilaian berbeda terhadap suatu produk.

Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran
 Pemasaran dapat di pelajari dengan berbagai macam pendekatan, meskipun titik bert tinjauannya berbeda-beda, masing-masing pendekatan saling berkaitan satu sama lain. Berbagai pendekatan itu adalah :
1. Pendekatan Serba Barang ( Commodity Approach)
  Merupak pendekatan yang melibatkan studi tentang bagaimana produk-produk tertentu berpindah dari produsen ke konsumen. Pendekatan ini hanya menggambarkan pemasaran dari barang-barang yang ada di dalamnya.
2. Pendekatan Institusi (Institutional Approach)
 Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga-lembaganya adalah :
- Penyedia bahan (Supplier)
- Produsen yang mengelola bahan mentah menjadi bahan jadi
- Perantara agen
- Perusahaan saingan
- Konsumen akhir
3. Pendekatan Fungsional
  Adapaun fungsi pokok pemasaran adalah penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarisasi, dan grading serta pengumpulan informasi pasar. Jumlah dan macam fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan.
4. Pendekatan Manajerial (Managerial Approach)
  Pendekatan ini mempelajari pemasaran berdasarkan pendapat manajer serta keputusan yang di ambilnya. Disini pemasaran di tinjau sebagai kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat di kontrol, seperti produk perusahaan, saluran distribusi, harga dan promosi, di tambah dengan variabel-variabel yang tidak dapat di kontrol seperti persaingan, permintaan dan masyarakat.
5. Pendekatan Sosial (Social Approach)
  Pendekatan sosial memberikan perhatian pada kontribusi sosial dan biaya yang timbul akibat aktivitas pemasaran, seperti efisiensi pasar, keusangan produk ataupun kebenaran iklan.





Referensi :
Pengantar Bisnis "M. fuad ,dkk"
 



 

Sabtu, 15 November 2014

BAB V : Management dan Organisasi

                                                
                                                   
 



1. Management


A. Pengertian dan Peranan Management

 Management adalah seni mengatur dan melaksanakan. Management secara universal belum definisi yang tepat dan dapat diterima. Beberapa pendapat mengenai pengertian management :
1. Mary Parker Follet, yaitu Management merupak seni (art) dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
2. James Af Stoner , yaitu management adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan pengguna sumber daya-sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang di harapkan
3. Oei Liang  Lee, yaitu management adalah suatu ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
4. Luther Gullick, yaitu management merupakan suatu ilmu (science)

 Kegiatan peranan yang harus dilakukan manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang management dalam setiap struktur organisasi baik di posisi manajer puncak, madya dan lini. Perbedaannya hanya terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan dimana semakin keatas seseorang dalam kedudukan nya didalam suatu posisi organisasi maka semakin besar wewenangnya dalam mengambil keputusan.

B. Latar Belakang Sejarah Management
  Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manjement. Beberapa orang melihat (dalam definisi) sebagai konseptualisasi modern akhir. Beberapa orang lainnya mendeteksi aktivitas mirip management di masa pra modern. Beberapa penulis juga melacak management pada pedagang-pedagang sumeria dan pembangunan piramida mesir. Piramida tersebut di bangun oleh lebih 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tidak akan selesai di bangun jika tidak ada seseorang (tanpa mempedulikan apa nama sebutan manajer pada saat itu) yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

C. Fungsi Management
   Empat fungsi management sebagai tugas utama yang harus di lakukan seorang manajer dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai proses managemen antara lain sebagai berikut:
1. Perencanaan (Planning)
 Proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya, meliputi penetapan sasaran, merumuskan tujuan, menetapkan strategi, membuat strategi dan mengembangkan sub rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
 Kegiatan mengkordinir sumber daya manusia dan material organisasi agar tujuan organisasi tercapai secara efisien dan efektive.
3. Pembimbing (Leading)
 Proses menumbuhkan semangat pada karyawan agar bekerja dengan baik dan membimbing mereka untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai rencana dalam rangka mencapai tujuan, memberi inspirasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai tujuan organisasi.
4. Pengawasan (Controlling)
 Bertujuan untuk melihat apakah organisasi tersebut telah berjalan sesuai rencana yang di harapkan. Fungsi pengawasan mempunyai tiga kegiatan yang harus dilakukan:
  a. Menetapkan standar yang di pakai
  b. membandingkan pelaksana kegiatan dengan standard
  c. Melakukan Koreksi

D. Ciri-Ciri Manajer Profesional
  Berikut adalah beberapa ciri-ciri manajer atau pimpinan suatu organisasi yang dengan cara berfikirnya bersifat profesional :
  • Seorang manajer profesional selalu bekerja keras untuk memenagkan rasa hormat di anatara anak buahnya. Dia percaya bahwa ia harus bekerja keras daripada anak buahnya karena dia seorang manajer yang harus memberikan contoh baik.
  • Seorang manajer profesional menghargai anak buahnya secara sejajardan mencoba untuk memahami mereka sebagai individu.
  • Seorang manajer profesional menyadari hubungan dengan anak buahnya harus dalam bentuk hubungan yang memuaskan bagi kedua belah pihak dalam hal pekerjaan. 
  • Seorang manajer profesional harus secara aktif mendorong anak buahnya untuk menembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya.
  • Seorang manajer profesional ia mendeglasikan pekerjaan dengan tepat agar supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat di capai secara objektive dan efisien.
  • Seorang manjer profesional menghargai hasil pekerjaan anak buahnya yang baik.
  • Seorang manajer profesional percaya bahwa anak buahnya mampu hasil yang terbaik untuk mensukseskan perusahaannya.
2. Organisasi
 A. Defenisi Organisasi
  Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki paling sedikit satu tujuan umum yang sama dan menyediakan ruang bagi mereka untuk mengaktualisasi potensinya guna mewujudkan tujuan umum yang sama itu. Agar tujuan-tujuan itu bisa di capai bersama,sesuai yang di kehendaki maka organisasi membutuhkan management. Menurut salah satu tokoh, Stoner is mendefenissikan organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Menurut Boone dan Katz, organisasi merupakan suatu proses bersusunyang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.

B. Pentingnya Mengenal Organisasi 
 Semakin ketat persaingan di dunia global ini sangat penting bagi kita untuk mengenal yang namanya organisasi. Pada dasarnya organisasi di tandai dengan sharing atau yang biasa di bilang saling bertukar pikiran demi tercapainya suatu tujuan.

C. Bentuk-Bentuk Organisasi
 1. Organisasi Lini
  Organisasi Lini atau garis adalah bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan ke bawahan.
Ciri-cirinya :
- Jumlah karyawan sedikit
- Sarana dan alatnya terbatas
- Manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
- Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung
- Pemilik perusahaan adalah top manajer
 Kebaikan :
- Disiplin dan loyalitas tinggi
- Rasa saling pengertian antar anggota tinggi
 Keburukan :
- Pengembangan kreativitas karyawan terhambat
- Karyawan tergantung kepada satu orang dalam organisasi
- Adanya tendensi gaya kepemimpinan otokratis

2. Organisasi Fungsional
  Organisasi fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pemimpin tertinggi di limpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk di kerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
 Ciri-cirinya :
- Organisasi kecil
- Target yang hendak di capai jelas dan pasti
- Didalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja
- Pengawasan dilakukan secara ketat
 Kebaikan :
- Program terarah, pasti dan jelas
- Kenaikan pejabat fungsional cepat
 Keburukan :
- Koordinasi sulit di laksanakan
- Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi

3. Organisasi Lini dan Staff
  Organisasi lini dan staff adalah bentuk organisasi dimana pelimpahan berlangsung secara vertikal dari pimpinan ke kapala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat.
 Ciri-cirinya :
-  Hubungan antara atasan dan bawahan tidak seluruhnya langsung
- Organisasi besar
- Karyawan banyak
- Ada dua kelompok kerja dalam organisasi
 Kebaikan :
- Adanya pembagian tugas yang jelas
- Bentuk organisasi ini sangat fleksibel untuk di terapkan
- Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
 Keburukan :
- Tugas pokok orang-orang sering di nomor duakan
- Persaingan tidak sehat antar pejabat
- Proses decesion making berliki-liku

4. Organisasi Fungsional dan garis
  Organisasi fungsional dan garis merupakan bentuk organisasi dimana wewenang di limpahkan kepada kepala bagian di bawahnya yang memiliki keahlian tertentu.
 Ciri-cirinya :
- Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan
- Spesialisasi praktis pada para pejabat
- Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbadaan tingkat eselon.
  Kebaikan :
- Disiplin tinggi
- Solidaritas tinggi
- Pekerjaan-pekarjaan yang tidak rutin
Keburukan :
-  Spesialisasi memberikan kejenuhan
- Kurang flexibel dan tour of duty
- Pejabat fungsional mengalami kebingungan karena di koordinasi lebih dari satu orang

5. Organisasi Matrik
  Organisasi matrik adalah organisasi dimana penggunaan struktur organisasi menunjukkan dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan dari masing-masing kegiatan di kumpulkan lagi menjadi satu untuk suatu proyek yang harus di selesaikan.
 Kebaikan :
- Terletak pada flexibelitas
- Kemampuan dalam memperhatikan masalah-masalah khusus.
- Pelaksana kegiatan tidak mengganggu struktur organisasi yang ada
Kelemahan :
 Kelemahan akan timbul kalu manajer proyek tidak mampu mengkordinir dari berbagai bagian yang berbeda sehingga dapat sulit mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pelaksanaan kesatuan perintah dimana satu pimpinan untuk masing-masing individu.

6. Organisasi  Komite
 Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana bentuk kepemimpinan dan tugas tertentu di laksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat.
 Kebaikan :
- Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil
- Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
Keburukan :
- Biaya operasional rutin sangat tinggi
- Proses decesion making sangat lamban

D. Prinsip-Prinsip Organisasi
  Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan organisasi, ada beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi yang perlu di perhatikan, yaitu :
  • Perumusan tujuan yang jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan di capai baik itu secara fisik maupun nonfisik.
  • Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat jelas pembagian kerja, hal ini supaya tidak terjadi tumpang tindih aktivitas dan menghambat suatu tujuan.
  • Deleglasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja yang jelas maka, akan terlihat garis komando dan deleglasi dari masing-masing unit kerja.
  • Rentang Kekuasaan. Rentang kekuasaann merupakan penjabaran dari pendeglasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolak ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
  • Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya haruslah terlihat dalam struktur organisasi tersebut.
  • Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akn terlihat pula.
  • Koordinasi. Harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing devisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian, tujuan suatu organisasi akan semakin tercapai.
E. Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
 Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi sangat berhubungan dengan para anggotanya. Sebab keberhasilan karena adanya kerjasama yang baik antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga tercipta keberhasilan dalam organisasi tersebut. Sedangkan kegagalan organisasi karena adanya faktor intern dalam organisasi tersebut.

Kamis, 13 November 2014

BAB IV : Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

                                           


A.Kewiraswastaan, Wiraswasta dan wiraswastawan
  Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan membuatnya berhasil.
 1. Keuntungan Berwiraswasta
   a. memungkinkan untuk mengatur tingkat keuntungan yang di harapkan
   b. Melatih ketajaman bisnis
   c. Meningkatkan sifat tanggung-jawab terhadap dirinya sendiri
   d. Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawan

2. Kerugian Berwiraswasta
  a. Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha
  b. Perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
  c. Menanggung beban akibat kerugian perusahaan
  d. pencurahan waktu kerja
  e. Bentuk pengorbanan lainnya yang berhungan dengan keluarga

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah :
a. Percaya diri
b. Berani mengambil resiko
c. kepemimpinan
d. Jujur dan bertanggung jawab
e. Berorientasi kemasa depan

Unsur-Unsur Wiraswasta :
 Dalam wiraswasta ada unsur-unsur penting yang satu sama lainnya terikat. Unsur-unsur tersebut antara lain :
a. Unsur Pengetahuan, Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya tingkat pengetahuan ditentukan oleh tingkat pendidikan orang yang bersangkutan
b. Unsur Keterampilan, pada umumnya diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang di lengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi
c. Unsur kewaspadaan, merupakan panduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau yang di duga akan dialami.


Tahap-tahap Kewirausahaan
 1. Tahap Memulai
   Tahap dimana seseorang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, malakukan akusisi atau melakukan Frenchising. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan di lakukan apakah di bidang pertanian, Industri atau jasa.
2. Tahap Melaksanakan Usaha
 Dalam tahap ini seorang wirausaha mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup apek-aspek pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpian yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran dan melakukan evaluasi.
3. Tahap Mepertahankan usaha
 Dalam tahap ini dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah di capai melakukan analisis perkembangan yang di capai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
4. Tahap Mengembangkan Usaha
 Dalam tahap ini dimana jika hasil yang di peroleh positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin di ambil.

Sikap Wirausaha
1. Disiplin
  Dalam melaksanakan kegiatan nya, seorang wirausahawan harus memiliki sifat disiplin yang tinggi. Arti kata disiplin itu adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang di maksud bersifat menyeluruh, yaitu ketapatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem pekerjaan dan lain sebagainya. Sifat sering menunda pekerjaan dengan banyak alasan dapat menunda wirausahawan untuk meraih keberhasilan. 
2. Komitmen tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Seorang wirausahawan yang teguh dalam menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapat kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian yang terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai tingkat perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
3. Jujur
 Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang/jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang ditawarkan, dan mengenai semua kegiatan yang dilakukan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan wirausahawan.
4. Kreatif dan Inovatif
 Daya kreatif sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan yang baru dan berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasaran. Gagasan-gagasan kreatif pada umumnya tidak dibatasi ruang, bentuk ataupun waktu.
5. Mandiri
 Seorang di katakan "mandiri" apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa adanya ketergantungan terhadap pihak lain.
6. Realistis
 Seseorang di katakan realistis, apabila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. 

Faktor Kegagalan dalam Wirausaha
Ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalm menjalankan usaha barunya :
1. Tidak kompeten dan manejerial
2. Kurang berpengalaman baik dalam mengkordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasi operasi perusahaan
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
4. Gagal dalam perencanaan
5. Lokasi yang kurang memadai
6. Kurangnya pengawasan peralatan
7. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan

Peran wirausaha Dalam Perekonomian
 Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan percaya diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausahawan berperan dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi para pencari pekerjaan.
Peran wirausahawan dalm perekonomian adalah :
a. Minciptakan lapangan kerja
b. Mengurangi pengangguran
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat
d. Mengkombinasikan faktor-faktor produksi (alam,tenaga kerja, keahlian,modal)
e. Meningkatkan produktivitas nasional

B .Perusahaan Kecil dalam Perkembangan Perusahaan
 Perusahaan kecil mempunyai peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman dari negara-negara maju menunjukkan bahwa perusahaan kecil dapat memberikan konstribusi yang perlu di perhitungkan dalam hal produksi, pajak, penyedia lapangan kerja dan lain-lain. Dari kiat-kiat tertentu dari pebisnis perusahaan kecil dapat berkembang menjadi perusahaan besar. Contoh perusahaan kecil yang menjadi perusahaan besar yaitu Genaral Elektrik, IBM, PT Astra Internasional, dan lain-lain.

C. Perkembangan Franchising di Indonesia
 Warlaba (Franchise) Sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis yang dikenal sejak lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinya di perkenalkan oleh perusahaan mesin jahit singer di Amerika serikat pada tahun 1851,yang kemudian di ikuti oleh General motor pada tahun1898. Format bisnis waralaba memang tidak dapat di pungkiri eksistensinya dan di gemari oelh pengusaha-pengusaha mengingat kecilnya resiko kegagalan yang mungkin timbul dalam menjalankan usaha khususnya bagi pengusaha-pengusaha pemula. Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai di kenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba sektor asing di sektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain KFC, Pioneer take out, Texas church dan lain-lain. Jaringan bisnis ini sangat pesat perkembangannya dalam waktu singkat, dan terbesar di antara beberapa bidang usaha,antara lain :
1. Rumah makan/Restoran
2. Hotel
3. Jasa pemasaran
4. Minimarket
5. Toko buku
6. Jasa Penyewaan
7. Pusat kebugaran
8. Salon, dan lain-lain
 Di sisi lain, perusahaan-perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan format waralaba jumlahnya tidak sebanyak perusahaan asing atau hanya sekitar 10 % dari jumlah waralaba asing yang berada di Indonesia.

Kiat-Kiat Memilih Usaha Dengan Cara Waralaba
 Ada beberapa tips yang perlu di jadikan rujukan dalam memilih bisnis waralaba yang di tawarkan, berikut tips nya :
- Pilihlah produk yang akan di jual, pemilihan produk harus disesuaikan dengan lokasi tempat kita akan menjual produk waralaba tersebut.
- Jika produk sudah di pilih, langkah selanjutnya adalah menentukan perusahaan waralaba tempat kita akan bermitra.
- Pelajari Estimasi keuangan yang disodorkan pada penawaran secara jeli
- Pastikan nama waralaba yang ditawarkan tidak dalam sengketa atau masalah dengan pihak lain.
- Kenali Kreadibilitas dari pemilik brand waralaba tersebut dengan cara bertanya kepada orang/sumber yang cukup mengenalnya.

Jenis-Jenis Usaha Potensial Yang Di Waralabakan
 Dari beberapa sektor bisnis yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Berikut jenis sektor usaha dibidang waralaba yang bisa dijajaki :
a. Jenis usaha waralaba di sektor makanan : Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia
b. Jenis usaha waralaba sektor Ritel : Peminat sektor ritel terbilang tinggi pada tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran waralaba menduduki peringkat kedua. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari-hari turut menunjang perkembangan minimarket.
c. Jenis usaha waralaba di sektor jasa : Sepintas, sektor jasa terlihat sangat sepele. Namun justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.
d. Jenis usaha waralaba di sektor farmasi : Salah satu subsektor riteil ini akan menarik dari tahun ke tahun, terutama bidang apotek. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi akan obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya. 

Ciri-ciri Perusahaan kecil :
 Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut:
1. Manajemen berdiri sendiri, Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan.
2. Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
3. Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan  tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
4.  Ukuran secara keseluruhan relatif kecil.

Keuntungan Perusahaan Kecil :
1. Mudah dalam pendiriannya.
2. Pajak relatif kecil
3. Bebas menentukan harga produksinya (barang/jasa)
4. Mudah dibubarkan jika suatu saat di kehendaki
5. pemilik menerima seluruh laba
6. Prosedur hukumnya sederhana

Kelemahan Perusahaan Kecil :
1. Pembagian kerja yang tidak proporsional
2.  Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan
3. Sumber modal terbatas hanya pada pemiliknya
4. Tidak mengetahui modal kerja secara tepat
5. Sering kekurangan informasi bisnis
6. Tidak pernah melakukan studi kelayakan, Penelitian pasar dan perputaran uang.

Cara Mengembangkan Perusahaan Kecil
 Untuk mengembangkan perusahaan di perlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal : Profil pribadi, profil perusahaan dan paket pinjaman. Pada umumnya, dalam mengembangkan usaha yang perlu dilakukan adalah dengan cara meningkatkan omset dengan cara :
1. Gencar melaksanakan promosi
2. Menstock barang yang lebih beragam
3. memberikan pelayanan yang baik
4. Menggelar program-program khusus

Kegagalan Perusahaan Kecil
 Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam perusahaan kecil. Ada hal-hal mengapa perusahaan kecil mengalami kegagalan, antara lain :
1.Kompetisi yang ketat
2. Pembukuan yang lemah
3. Pertumbuhan di luar kendali
4. Ketidakefisienan operasional
5. Perencanaan bisnis yang lemah
6. Penurunan pasar
7. operasional yang terkesan biasa saja.

D. Perbedaan Antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil
 Wirausahawan adalah orang yang menanggung resiko kepemilikan bisnis dengan pertumbuhan dan ekspansi sebagai tujuan utama. Banyak pebisnis kecil mencirikan dirinya sebagai wirausahawan, tetapi banyak dari mereka yang tidak bercita-cita memperluas usahanya sebagaimananya wirausahawan sejati. Sedangkan pemilik bisnis kecil, ia tidak memiliki cita-cita atau rencana untuk memperluas usahanya dan hanya mencari pendapatan yang aman dan nyaman. Jadi perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil terletak antara visi, aspirasi dan strategi.


Minggu, 09 November 2014

BAB III : Bentuk-Bentuk Badan Usaha

                                          


Bentuk Bentuk Badan Usaha
Bentuk Yuridis

Usaha Bisnis dapat di laksanakan dalam berbagai bentuk. Di Indonesia kita mengenal bentuk-bentuk badan usaha, yaitu :

a. Perusahaan perseorangan
  Perusahaan perseorangan merupakan bentuk usaha yang kepemilikannya dan pengelolanya di tangani oleh satu orang. Dari sisi pengelolanya, perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan namun juga menanggung semua resiko yang terjadi di dalam perusahaan tersebut.
Keuntungan dari perusahaan perseorangan ini adalah sebagai berikut :
  1. Penanganan aspek hukum yangminimal
  2. mudah di bentuk dan di bubarkan
  3. kebanggaan dan kepuasan dapat memimpin perusahaan sendiri
  4. Tidak di kenakan pajak berganda
  5.  motivasi yang tinggi
Kelemahan perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut :
  1. Keterbatasan sumber daya modal
  2. kemampuan manajemen terbatas
  3. Tanggung jawab tidak terbatas atas resiko kerugian
  4. Pertumbhuan terbatas
  5. kontiniutas kapasitas kerja karyawan terbatas.
b. Firma
 Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan satu nama untuk bersama dimana tanggung jawab anggota tidak terbatas terhadap resiko dan hutang perusahaan dengan jaminan seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing anggota tetapi jika mendapatkan keuntungan/kerugian akan di bagi rata. 
c. Perseroan Komanditer
  Persekutuan komanditer atau anggota pengurus adalah persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih, dimana sistem keanggotaannya sebagai berikut :
  • Sekutu komplementer (General Partner), yaitu sekutu pimpinan atau anggota pengurus adalah anggota yang aktif duduk dalam kepengurusan persekutuan komanditer karena biasanya menyetor modal yang lebih besar di banding dengan yang lain sehingga juga bertanggung jawab secara tidak terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan.
  • Sekutu Komanditer, yaitu anggota yang pasif dalam arti anggota ini hanya menyerahkan dananya dan mempercayakan pengelolaannya kepada general partner sehingga dalam membayar hutang dan resiko perusahaan di beri jaminan sebesar modal yang di setor sedangkan kalau perusahaan untung maka laba yang di bagikan disesuaikan dengan besar kecilnya modal yang disetor.
d. Perseroan Terbatas (PT)
 Perseroan terbatas merupakan bentuk yang banyak di pilih, terutama untuk bisnis-bisnis yang  besar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang di sebut deviden. Selain berasal dari saham, modal PT juga dapat berasala dari obligasi. Keuntungan yang di peroleh dari pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan utung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.
Kelebihan Perseroan Terbatas (PT) yaitu :
  • Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan lebih efisiensi
  • Saham dapat di perjual-belikan dengan relatif mudah
  • Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
  • Tebatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik.
  • Kemampuan memperoleh modal yang sangat luas
Kelemahan Perseroan terbatas (PT), Yaitu :
  • Biaya pendirian relatif mahal
  • Kurangnya hubungan yang efektif di antara pemilik saham.
  • Rahasianya tidak terjamin
  • Pengenaan pajak berganda
  • Permasalahan administrasi yang rumit
  • kesulitan untuk membubarkan diri
  • Adanya kemungkinan akan muncul konflik antara pemegang saham dengan dewan direksi

e. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan usaha milik negara (BUMN) adalah bentuk usaha apapun yang sebagian atau keseluruhan modalnya milik pemerintah, kecuali di tentukan lain oleh undang-undang. BUMN adalah bentuk badan hukum yang tunduk pada segala macam hukum di Indonesia. Karena perusahaan ini milik negara, maka tujuan utamanya adalah membangun ekonomi sosial menuju beberapa bentuk perusahaan pemerintah baik pusat maupun daerah. 
 Ciri-ciri utama BUMN :
  • Tujuan utama usahanya adalah melayani kepentingan umum sekaligus mencari keuntungan
  • Berstatus badan hukum dan di atur berdasarkan undang-undang
  • Pada umumnya bergerak di bidang jasa-jasa vital.
  • Mempunyai nama dan kekayaan serta bebas bergerak untuk mengikat suatu perjanjian, kontrak serta hubungan-hubungan dengan pihak lainnya.
  • dapat di tuntut dan menuntut, sesuai dengan ayat dan pasal dalam hukum perdata
  • Seluruh atau sebagian modal milik negara serta dapat memperoleh dana dari pinjaman dalam dan luar negeri atau dari masyarakat dalam bentuk obligasi.
  • Setiap tahun perusahaan menyusun laporan tahunan yang memuat neraca dan laporan laba rugi untuk di sampaikan kepada yang berkepentingan.
BUMN di golongkan menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Perjan (Perusahaan Jawatan)
 Perjan adalah badan usaha milik negara yang modal keseluruhannya di miliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat,sehingga selalu rugi. Sekarang sudah tidak ada lagi BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya beban untuk memelihara perjan-perjan tersebut. Ciri- ciri Perjan :
a. Memberikan pelayanan kepada masyarakat
b. Merupakan bagian dari suatu departemen dalam pemerintah
3. Di pimpin oleh suatu kepala yang bertanggung jawab langsung kepada menteri atau dirjen yang bersangkutan
4. Status karyawannya adalah pegawai negeri

2. Perum (Perusahaan Umum)
 Perum adalah perjan yang telah di rubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Contoh dari perum adalah pegadaian, perum Damri, Perum ANTARA.

3. Perusahaan Perseroan (Persero)
 Perusahaan ini modalnya terdiri dari saham-saham. Sebagian sahamnya dimiliki oleh negara dan sebagian lagi dimiliki oleh pihak swasta dan luar negeri.
f. Koperasi
 Koperasi adalah badan usaha bersama yang memiliki organisasi berdasarkan azas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Menurut UU perkoperasian No 12 tahun 1969, Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong royong. Di lihat dari lingkungannya koperasi terbagi menjadi :
1.Koperasi Sekolah
2. Koperasi Unit Desa (KUD)
3. Koperasi Pegawai Republik Indonesia
4. Koperasi Simpan Pinjam
5.Koperasi Produksi
6. Koperasi Konsumsi

Prinsip-prinsip koperasi :
1. Keanggotaannya bersifat sukarela
2. Keanggotannya terbuka
3. Pengembangan anggota
4. Modal yang berkaitan dengan aspek social tidak di bagi
5. Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
6. Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
7. Pengelolaan bersifat demokratis
8. Pendidikan anggota
9. Perkumpulan dengan sukarela
10. Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi.

4. Lembaga Keuangan
 Lembaga keuangan adalah  badan usaha yang mengumpulkan asset dalam bentuk dana dari masyarakat dan di salurkan untuk pendanaan proyek pembangunan serta kegiatan ekonomi dengan memperoleh hasil dalam bentuk bunga sebesar prosentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan.Lembaga keuangan di bedakan menjadi 2, yaitu :
 a. Lembaga keuangan bank
 b. Lembaga keuangan non bank

a. Lembaga Keuangan Bank 
 Adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dan dari masyarakat secara langsung. Fungsi Perbankan yaitu : Alat pemerintah untuk menjaga menstabilkan ekonomi moneter dan keuangan. Peran perbankan :
  1.  Hubungan luar negeri : jambatan dengan dunia internasional dalam lalu lintas devisa, moneter dan perdagangan serta membantu terjadinya ekspor-impor, pariwisata dan transfer uang.
  2.  Hubungan delam negeri : memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat dalam bentuk penyediaan dan pengelolaan keuangan.
Jenis-jenis lembaga keuangan bank :
  • Bank umum
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
 b. Lembaga keuangan Non Bank
 Lembaga keuangan non bank adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dana dana dari masyarakat secara tidak langsung.  Tujuan di dirikan lembaga keuangan non bank adalah untuk mendorong perkembangan pasar modal dan membantu permodalan perusahaan-perusahaan ekonomi lemah.
Jenis-jenis lembaga keuangan Non bank:
 1. Lembaga Pembiayaan
  - Sewa guna usaha (Leasing)
  - Modal ventura
  - Anjak piutang
  - Pembiayaan konsumen
  - Kartu kredit
  - Perdagangan surat beharga
2. Perusahaan perasuransian
3. Dana pensiun
4. Perusahaan efek
5. Reksa dana
6. Perusahaan penjamin

Kerjasama, Penggabungan dan Ekspansi

Pengertian Penggabungan
 Penggabungan adalah bentuk usaha penggabungan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi, sebagai satu upaya untuk memperluas usaha. Penggabungan usaha pada dasarnya di pengaruhi berbagai faktor, Yaitu :
 a. Terbatasnya kemampuan perusahaan-perusahaan kecil
 b. mengurangi persaingan dengan perusahaan-perusahaan sejenis.

Bentuk-bentuk penggabungan :
1. Penggabungan Vertical-Integral, yaitu suatu bentuk penggabungan antara perusahaan yang dalam kegiatannya memiliki tahap yang produksi yang berbeda.
2.Penggabungan Horizontal-Paralelis, yaitu Bentuk penggabungan dua atau lebih perusahaan yang bekerja pada jalur atau tingkat yang sama.
3. Sindikat, yaitu bentuk perjanjian dengan kerja sama antara beberapa orang dengan melaksanakan suatu proyek
4. concern, yaitu suatu bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan holding.
5. Joint Venture, Yaitu Perusahaan baru yang didirikan atas dasar kerjasama antara beberapa perusahaan yang berdiri sendiri.
6. Trade Association, Yaitu persekutuan beberapa perusahaan dari suatu cabang perusahaan yang sama dengan tujuan memajukan anggota dan bukan mencari laba.
7. Kartel, yaitu bentuk kerjasama perusahaan-perusahaan dengan produksi barang dan jasa sejenis didasarkan perjanjian yang bersama.
8. Gentelemen's Agreement  yaitu persetujuan beberap produsen dalam daerah penjualan dengan maksud mengurangi persaingan di antara mereka.

Pengkhususan Perusahaan
 Pengkhususan perusahaan adalah kegiatan perusahaan yang mengkhususkan diri pada fase atau aktivitas tertentu saja, sedangkan aktivitas lainnya di serahkan kepada perusahaan luar. Pengkhususan perusahaan dapat di bedakan menjadi :
 - Spesialisasi, yaitu perusahaan yang mengkhususkan diri pada kegiatan menghasilkan satu jenis produk saja, misalnya menghasilkan makanan kaleng saja.
 - Diferensiasi, yaitu pengkhususan pada fase produksi tertentu, misalnya perusahaan penanaman, perusahaan penggilingan padi.

Pengkonsentrasian Perusahaan
1. Trust
 Trust merupakan suatu penggabungan/kerjasama perusahaan secara horizontal untuk membatasi persaingan, maupun rasionalisasi dalam bidang produksi dan penjualan. Perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan trust menyerahkan saham-saham nya kepada trustee (orang kepercayaan) yang menerbitkan sertifikat sahamnya.
2. Holding Company
 Holding company/perusahaan induk yaitu perusahaan yang berbentuk coorporation yang menguasai sebagian besar saham dari beberapa saham perusahaan lain. Holding company terbentuk karena terjadinya penggabungan secara vertikal maupun horizontal
3. Kartel
 Kartel adalah bentuk kerjasama perusahaan-perusahaan dengan produksi barang dan jasa sejenis yang didasarkan perjanjian bersama untuk mengurangi persaingan.
4. Sindikasi
 Sindikasi adalah bentuk perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk menyelesaikan suatu proyek.
5. Concern
 Concern adalah bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan holding. Dengan concern, penarikan dana untuk anak perusahaan dapat dilakukan melalui induk perusahaan yang kedudukannya di pasar modal lebih kuat dibandingkan bila anak perusahaan beroperasi sendiri-sendiri di pasar modal.
6. Joint Venture
 Merupakan perusahaan baru yang didirikan atas dasar kerjasama antara beberapa perusahaan yang berdiri sendiri. Tujuan utama joint venture adalah untuk memenuhi kebutuhan komunikasi seluler bagi segmen yang sering berpergian untuk menikmati layanan yang friendly (ramah) dan biaya yang efisien, dimana pelanggan akan merasakan layanan di luar negeri seperti layanan seluler di dalam negeri.
7. Trade Association
 Yaitu persekutuan beberapa perusahaan dari suatu cabang perusahaan yang sama dengan tujuan memajukan anggotanya dan bukan mencari laba.
8. Gentelement's Agreement
 Yaitu persetujuan beberapa produsen dalam daerah penjualan dengan maksug mengurangi persaingan di antara mereka.

Cara-Cara Penggabungan
1. Consolidation/konsilidasi
  Adalah penggabungan beberapa perusahaan yang semula berdiri sendiri-sendiri menjadi satu perusahaan baru dan perusahaan lama di tutup
2. Merger
 Dengan melakukan merger, suatu perusahaan mengambil satu alih atau beberapa PT lainnya. PT yang di ambil alih tersebut dibubarkan dan modalnya menjadi modal PT yang mengambil alih. Para pemegang saham PT yang dibubarkan menjadi pemegang saham PT yang mengambil alih.
3. Aliansi Strategi
 Adalah kerja sama antara duan atau lebih perusahaan dalam rangka menyatukan keunggulan yang kita miliki untuk menghadapi tantangan pasar dengan catatan kedua perusahaan tetap berdiri sendiri-sendiri.
4. Akusisi
 Adalah pengambilalihan sebagian saham perusahaan oleh perusahaan lain dan perusahaan yang mengambil alih menjadi holding sedangkan perusahaan yang diambil alih menjadi anak perusahaan dan tetap beroperasi seperti sendiri tanpa penggantian nama pada kegiatan.

Alasan Penggabungan Perusahaan
* Karena salah satu perusahaan terjadi kebangkrutan
* Karena salah satu perusahaan kekurangan modal
* Untuk memperbesar usahanya
* Untuk menutupi kelemahan di bidang tertentu
* Agar parusahaan tidak menanggung sendiri kerugiannya.

Selasa, 04 November 2014

BAB II : Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

                                    

Perusahaan

1.Pengertian perusahaan.
 Perusahaan adalah organisasi yang di dirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Tujuan dari perusahaan secara umum adalah mencari laba/profit. Namun ada juga kegiatan ekonomi yang tujuannya tidak mencari laba, seperti yayasan sosial, keagamaan dll.

Jenis-jenis perusahaan:
 Ada 3 jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu
a. Perusahaan manufacturing
b. Perusahaan dagang
c. Peusahaan jasa

2. Tempat Kedudukan dan letak Perusahaan
  Letak suatu perusahaan sering juga disebut  tempat kediaman perusahaan yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari. Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat di artikan sebagai kantor pusat perusahaan. Letak perusahaan di pengaruhi beberapa faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Pertimbangan yang dipakai perusahaan untuk memilih perusahaan dapat di dasarkan sebagai berikut :
a. Tempat Kedudukan Perusahaan
 Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaaan tersebut yang di pengaruhi faktor kelancaran dengan lembaga lainnya.
b. Letak Perusahaan
 Letak perusahaan yaitu tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan di pengaruhi faktor ekonomi yang merupakan salah satu faktor yang penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya . Faktor - faktor yang mempengaruhi biaya itu, yaitu :
- Harga bahan mentah atau bahan baku
- Tingkat upah
- Pajak
- Tanah
- Biaya alat produksi dan biaya jasa.

*Jenis-Jenis Letak Perusahaan
- Letak Perusahaan yang terkait dengan alam : Letak perusahaan ini sangat di tentukan oleh ketersediaan sumber dari alam. Contohnya : Perusahaan tambang,, perminyakan
- Letak perusahaan berdasarkan sejarah : Perusahaan menjalankan aktivitasnya di daerah tertentu karena alasan yang dapat di jelaskan dengan sejarah. Contohnya perusahaan batik Solo.
- Letak perusahaan di tetapkan pemerintah : Perusahaan yang di dirikan atas pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan. Contohnya Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat di tekan serendah mungkin.
- Letak perusahaan yang di pengaruhi faktor-faktor ekonomi : Pada umumnya perusahaan ini bersifat perusahaan industri. Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dalam pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudaan transportasi serta pasar, dan kesesuaian iklim.

3.Perusahaan dan Lembaga Sosial
 Perusahaan adalah organisasi yang di dirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatanya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.
1.Tujuan di dirikan suatu perusahaan di bedakan menjadi 2 yaitu :
a.Tujuan Ekonomis
 Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan ekstensinya. Dalam hal ini perusahaan berupaya menciptakan laba pelanggan dan menjalankan upaya-upaya pengembangan dengan memusatkan perhatian pada kebutuhan masyarakat. Contohnya menciptakan laba, tenaga produk, keinginan konsumen, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan.
b. Tujuan Sosial
  Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi maupun masyarakat luas.
 Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu untuk memberikan kepuasaan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
2. Perusahaan sebagai suatu sistem
 Sistem adalah satu kesatuan atau unit yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling bekerjasama ataupun saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Tanggung jawab sosial perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan bisa di uraikan sebagai berikut :
- Kepada milik modal : Pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan
- Kepada lembaga peneliti : membantu pendanaan
- Kepada pekerja : mambayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja
- Kepada konsumen : menyediakan barang dan jasa yang bagus.
-Kepada pemerintah : membayar pajak
3. Sifat Sistem perusahaan :
 a.Kompleks
 b. Sebagai suatu kesatuan/unit
 c. Sifatnya Beragam
 d. Saling bergantung
 e. Dinamis

4. Fungsi-fungsi perusahaan
 Ada dua fungsi perusahaan tersebut dijalankan dengan lancar, terkordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, yaitu :
a. Fungsi operasi:
- Pembelian dan produksi
- Pemasaran
- Keuangan
- Personalia
- Akutansi
- Administrasi
- Teknologi Informasi/Komputerisasi
- Transformasi dan komunikasi
- Pelayanan umum
- Hukum
Fungsi pembelian dan produksi, pemasaran, personalia dan keuangan merupakan fungsi utama dalam perusahaan, dan fungsi-fungsi lainnya merupakan fungsi operasi penunjang.

b. Fungsi manajemen:
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengendalian


5. Ciri-ciri Perusahaan
 Ciri-ciri perusahaan mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali. Ciri umumnya :
- Operatif,  adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan dengan kegiatan produksi,penyedia/distribusi barang dan jasa.
- Koordinatif, Untuk mencapai tujuan perusahaan, perlu adanya koordinasi agar semua bagian dalam perusahaan dapat bergerak kearah yang sama dan mendukung satu dengan yang lainnya.
- Reguler, Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar selalu dapat bergerak maju.
- Dinamis, lingkungan selalu berubah, maka perusahaan juga harus dapat menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut.
- Formal, tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan tersendiri.
- Lokasi, Perusahaan ini didirikan pada suatu tempat tertentu dalam kawasan geografis yang jelas.
- Pelayanan bersyarat : Perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersedia serta mampu membelinya, sehingga perusahaan bisa mendapatkan laba, agar perusahaan tetap bertahan dan berkembang.

Lembaga Sosial, adalah organisasi dalam bentuk kesadaran sosial yang di bentuk dan bertujuan untuk dapat melayani masyarakat luas sesuai dengan bidangnya, dimana organisasi sosial mendapatkan pemasukan atau modal yang berasal dari sumbangan, hibah atau subsidi dari pemerintah dan dermawan yang menjadi sumber pendapatannya.

Berbagai Macam Lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan.
1. Lingkungan Eksternal, yaitu perusahan yang tidak secara langsung berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan didalam lingkungann umum dan tren di dalam lingkungan sosial. Variabel-variabel eksternal terbagi menjadi 2 jenis yaitu : ancaman dan peluang.Lingkungan eksternal perusahan dapat di bedakan menjadi :
a. Lingkungan eksternal makro, yaitu lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan ekonomi. contohnya :
  • Keadaan alam, SDA, lingkungan
  • Politik dan Hankam : kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh terhadap politik dan hankam di negara dimana perusahaan berada di ciptakan.
  • Perekonomian
  • Hukum
  • Pendidikan dan kebudayaan
  • Sosial dan budaya
  • Hubungan Internasional
b.Lingkungan eksternal mikro, yaitu lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan ekonomi. contohnya :
  • Pemasok/supplier : yang menunjang kelangsungan operasional tersebut
  • Perantara, Misalnya distributor, pengecer yang berperan sebagai pendistribusian barang-barang produsen kepada konsumen.
  • Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja
2. Lingkungan Internal, yaitu faktor-faktor yang berada di dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contohnya
 - Tenaga kerja
 - Peralatan dan mesin
 - Permodalan (Pemilik, investor, pengelola dana)
 - Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
 - System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan

Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan
 Hubungan antara bisnis dengan lingkungannya sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan tesingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antara bisnis dengan lingkungan kemudiaan di telaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu beranggapan bahwa bisnisnya lah yang merupak hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering di sebut dengan yang berorientasi produsen atau "producer Oriented Aproach". Pandangan itu memang cocok dengan saat ini, dimana pada saat itu keadannya disebut sebagai "seller's market" yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual. Keadaan ini disebut "buyer market" atau "pasar pembeli" yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan "pembeli adalah raja".  Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan di kancah bisnis. Pada saat inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan faktor sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut "Consumer Oriented Approach" atau "pendekatan yang berorientasi konsumen".