Minggu, 23 November 2014

BAB VII :Manajemen Produksi

 MANAJEMEN PRODUKSI

Perkembangan Manajemen Produksi
 Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja (division of Labour). Manjemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
a. Adanya pembagian kerja (Division of Labour) dan Spesialisasinya.
 Pembagian kerja memungkinkan di capainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila di sertai dengan pengolahan yang baik dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi
b. Revolusi Industri
  Revolusi industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Dampak revolusi industri ini, pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangan nya sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno, menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
- Bertambahnya penggunaan mesin
- Efisiensi produk batu bara, besi dan baja
- Pembangunan jalan kereta api, alat komunikasi serta alat transportasi
- Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
c. Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer, sehingga pada banyak hal manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam bisnisnya.
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia dan model Keputusan. Metode Kerja terbaik dengan pendektan sebagai berikut :
- Pengamatan (observasi) atas metode yang berlaku
- Pengamatan metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
- Pelatihan pekerja dengan metode baru
- Pemanfaatan umpan balik dalam pengelola atas proses kerja

Pengertian Manajemen Produksi
 Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengantur kegiatan ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai  dengan apa yang di rencanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pada pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Pengertian Produksi 
 Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dan memenuhi kebutuhan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi di sebut produsen.

Proses Produksi
 Proses produksi dapat di tinjau dari 2 segi, yaitu :
a. Kelangsungan Hidup, yang terdiri dari :
1. Kelangsungan secara terus-menerus ( continous production)
 Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang- barang, walaupun terjadi perubahan bentuk barang barang tetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. Contoh : penggergajian balok berubah menjadi papan.
2. Produksi yang terputus-putus (Intermitten production)
 Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus sesuai dengan tuntutan produksi yang di hasilkan.

b. Teknik
- Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu, perikanan,dan pertambangan
- Proses Analistis : Proses pemisahan bahan-bahan seperti  minyak mentah menjadi minyak bersih.
- Proses pengubahan : proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
- Proses Sintesis : Proses pencampuran dengan unsur-unsur lain seperti bahan-bahan kimia.

Pengambilan keputusan Dalam Manajemen Produksi
  Di lihat dari kondisi keputusan yang harus di ambil, di bedakan menjadi :
- Pengambilan keputusan peristiwa yang pasti
- Pengambilan keputusan peristiwa yang mengandung resiko
- Pengambilan keputusan peristiwa yang tidak pasti
- pengambilan keputusan yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain

Ruang Lingkup Manajemen Produksi
 Manajemen Produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiannya, antara lain :
- Seleksi dan design hasil produksi (produk)
- Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
- Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
- Perancangan tat letak (lay out) dan arus kerja atau proses
- Perancangan tugas
- Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
Fungsi Produksi dan Operasi
 Ada 4 fungsi penting dalam produksi dan operasi yaitu :
- Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang di gunakan untuk pengolahan masukan.
- Jasa-jasa penunjang, merupak saran berupa pengorganisasian yang di perlukan untuk penetapan teknik dan metode yang akan di jalankan sehingga proses pengolahan dapat di laksanakan secara efektif dan efisien.
- Perencanaan, Merupakan penetapan dan keterkaitan pengorganisasian dari kegiatan operasi dan produksi yang akan di lakukan dalam satu dasar waktu atau periode tertentu.
- Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengelolaan masukan dapat di laksanakan.

Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi merupakan suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

Lokasi dan Layout Pabrik

 Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi perusahaan dalam melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja, serta perluasan usaha. Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatandalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup.
 Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan ketersediaan yang rendah dan biaya produksi serta investasi modalyang rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi, besar sekali pengaruhnya terhadap kelancaran operasi perusahaan. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama, dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu : letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama yaitu : seperti rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan,  terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan dan pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah. Penentuan layout pabrik, harus di sesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu di adakan persiapan-persiapan matang diantaranya, pertama, data yang perlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, uruan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin,instalasi yang di perlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan ketiga, tekhnik keseimbangan kapasitas.


Referensi :
Pengantar Bisnis "M. Fuat, dkk"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar